HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE

Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah

  • Mansyur Muhammad Program Studi Ners STIKES Muhammadiyah Sidrap
  • Kassaming Kassaming Program Studi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Sidrap
  • Jumrana Rusdi Puskesmas Lapadde Kota Pare-Pare
Keywords: Diare, Sanitasi Lingkungan

Abstract

Diare adalah buangair besar lembek atau cair dapat berupa air saja yang lebih sering dari biasanya (biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari). Diare diartikan sebagai buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare Di Puskesmas Lapadde Kota Pare-Pare. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive samplingdengan jumlah sampel sebanyak 47 orang. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi squaredengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Adapun hasil penelitian ini yaitu ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare di Puskesmas Lapadde Kota Pare-Pare Tahun 2018 dengan nilai P=0,007. Disarankan kepada pihak puskesmas agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan cara memberikan penyuluhan pada masyarakat setiap kali diadakannya posyandu tentang upaya pencegahan dan penanganan awal diare. Selainitu, meningkatkan promosi kesehatan dalam rangka mengajak masyarakat terutama para ibu untuk berperilaku sehat terhadap kejadian diare.

References

Amin Huda, dkk. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan DiagnosaMedis dam NANDA NIC-NOC.Jakarta : Mediaction Publising
Anwar M. (2009). Sanitasi rumah sakit sebagai investasi. Jakarta
Arifianto. (2012). Orangtua cermat, anak sehat. Jakata: Trans Medika
Chandra, B. (2010). Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC, Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Ditjen PPM dan PL, Jakarta.
Ismanto. (2015). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah Diwilayah Kerja Puskesmas Bahu Manado.
Karyono. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Pasien Diare Pada Anak Di RSUD Majenang Kabupaten Cilacap.
Kemenkes, RI. (2011). Situasi Diare di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Notoatmodjo S. (2010). Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Maryunani, A. (2010). Ilmu kesehatan anak dalam kebidanan. Jakarta: CV. Trans Info
Prabu. (2010). Higene dan Sanitasi Makanan. Jakarta: Rineka Cipta
Sander. (2013). Hubungan Faktor Sosio Budaya dengan Kejadian Diare di Desa. Candinegoro Kecamatan Wonoayu Sidoarjo. Sidoarjo: Jurnal Medika
Umiati. (2010). Hubungan antara Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali.
WHO, UNICEF. (2013). Global Water Supply and Sanitation Assessment 2000 Report. Geneva: WHO and UNICEF Joint Monitoring Programme for Water Supply and Sanitation.
Winarsih, S. (2009). Pengetahuan Sanitasi dan Aplikasinya. CV Aneka Ilmu, Semarang.
Yayasan Spiritia. (2015). Lembaran informasi tentang HIV dan AIDS untuk orang yang hidup dengan HIV.Jakarta: Yayasan Spiritia
Yuliana E. (2009). ISO farmakoterapi. Jakarta : ISFI
Zubir. (2014). Faktor-Faktor Risiko Kejadian Diare Akut Pada Anak 0-35 Bulan (Batita) Di Kabupaten Bantul. Bantul: Sains Kesehatan.
Published
2018-07-28
Section
Articles