HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA DIABETES MILLITUS TIPE 2

Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah

  • Ikhwan Ikhwan Program Studi Ners STIKES Muhammadiyah Sidrap
  • Eka Astuty Program Studi DIII Farmasi STIKES Muhammadiyah Sidrap
  • Misriani Misriani Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang
Keywords: Tingkat Stres, Kadar Gula Darah, Diabetes Millitus

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakitgangguan metabolisme kronis yangditandai peningkatan glukosa darah (Hiperglikemi), disebabkan karena ketidakseimbanganantara suplai dan kebutuhanuntuk memfasilitasi masuknya glukosadalam sel agar dapat di gunakan untuk metabolisme dan pertumbuhan sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita Diabetes Militus tipe 2 di Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive samplingdengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi squaredengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Adapun hasil penelitian ini yaitu ada hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita Diabetes Militus tipe 2 di Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang Tahun 2018 dengan nilai P= 0,001. Disarankan kepada pihak puskesmas agar lebih sering melakukan penyuluhan terkait cara mengontrol gula darah sehingga masalah tersebut bisa teratasi khususnya kejadian stres pada penderita diabetes millitus serta menjadi bahan referensi untuk keperawatan dalam memberikan penanganan kepada penderita diabetes millitustipe 2 tentang cara mengontrol gula darah sehingga kejadian stress bisateratasi.

 

References

ADA, (2006). Complicationsof Diabetes in the United States. http://www.diabetes.org/diabetes-statistic/complications.jsp.
Azzarah. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2 Usia Muda. https://diabetics1.com/2015/12/diabetes-melitus-tipe-2-usia-muda.html.
Corwin EJ. (2009). Patofisiologi: Buku Saku. Jakarta: EGC.
Damayanti, S. (2015). Diabetes Mellitus & Penatalaksanaan Keperawatan.Yogyakarta : Nuha Medika
Guyton AC, Hall. (2006). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Izzati, W. & Nirmala. (2015). HubunganTingkat Stres Dengan PeningkatanKadar Gula Darah Pada PasienDiabetes Melitus Di Wilayah KerjaPuskesmas Perkotaan RasimahAhmad, Bukit Tinggi. Jurnal ProgramStudi D III Keperawatan STIKesYarsi Sumbar Bukittinggi. http:/ejournal.stikesyarsi.ac.id/index.php/JAV1N1/article/view/50/103.
Julia & Derek. (2017). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Pancarang Kasih Manado.
Kozier,B.,G. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta. EGC
Kriska, S.(2007). Cara Mudah Nencegah Dan Mengatasi Diabetes Mellitus. Yogyakarta.
Labindjang, F.I , Kadir, S. & Salamanja V. (2015). Hubungan Stres Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Nasriati, R. (2013). Stres dan PerilakuPasien DM dalam Mengontrol KadarGula Darah. Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.http://eprints.umpo.ac.id/1513.
Nasrudin, Endin. (2010). Psikologi Manajemen. Bandung: CV PUSTAKA SETIA.
Nugroho, A.S. & Purwanti, S.O. (2010). Hubungan Antara Tingkat StresDengan Kadar Gula Darah PadaPasien Diabetes Melitus Di WilayahKerja Puskesmas Sukoharjo IKabupaten Sukoharjo. Jurnal S1Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura. https://media.neliti.com/.../105312-ID-hubungan-tingkat-stres-dengan-kadar-gula-darah.
Misnadiarly.(2006). Diabetes Milletus: Gangren, Ulcer, Infeksi. Mengenal Gejala, Menanggulangi, Dan Mencegah Komplikasi. Jakarta: Pustaka Populer Obor;
Muflihatin, K.S. (2015). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus tipe 2 DiRSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Jurnal STIKES Muhammadiyah Samarinda. https://media.neliti.com/media/publications/113593-ID-none.pdf.
PERKENI. (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta.
Prawirohardjo. (2007). Ilmu Kandungan. Jakarta.Yayasan Bina Pustaka.
Price, Wilson. (2006). PatofisiologiVol 2; Konsep Kllinis Proses-proses Penyakit.Penerbit Buku Kedokteran. EGC. Jakarta.
Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang. (2017). Angka Kejadian Penyakit Diabetes Militus Di Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang.
Rasmun. (2004). Stres, Koping dan Adaptasi: Teori dan Pohon Masalah Keperawatan. Jakarta: Sagung Seto.
Smeltzer SC, Bare BC. (2010) .Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &Suddarth. Edisi ke-8. Jakarta: EGC.
Sudoyono A,W. (2006). Buku Ajar Ilimu Penyakit Dalam. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Soegondo, S. (2007). Penata Laksanaan Diabetes Mellitus Terpadu, Sebagai Panduan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus bagi Dokter Maupun Edukator. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Surwit, Richard S. dkk. (2008). Pengukuran Indikator Stress Diabetes Mellitus. Diabetes Care.
Yosep, I.H & Sutini T. (2014). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Bandung : Refika Aditama.
Published
2018-07-28
Section
Articles