Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang

JIKP

  • Rizqy Iftitah Alam Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
  • Fatma Jama Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Keywords: kepatuhan berobat, lansia, hipertensi

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling umum dan paling banyak diderita oleh masyarakat. pengobatan secara farmakologi dengan patuh minum obat antihipertensi secara teratur setiap hari.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kepatuhan berobat pada lansia hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis. Hasil penelitian ini diperoleh :1) Pengetahuan informan masih sangat minim. informan belum memahami sebab dan akibat yang dapat timbul dari penyakit yang mereka derita. 2) Dukungan yang diperoleh informan dari pihak keluarga sudah cukup baik. 3) Masih kurangnya motivasi yang dimiliki oleh informan; 4) Peran petugas belum maksimal. Masih ada tenaga kesehatan yang belum melaksanakan tugas dan perannya sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki; 5) Keterjangkauan akses ke pelayanan kesehatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan informan. Saran bagi puskesmas agar dapat lebih memberikan perhatian khususnya pada lansia terkait dengan penyakit hipertensi yang dideritanya agar mereka dapat lebih patuh lagi dalam menjalani pengobatan.

References

Afrizal. (2014). Metode Penelitian Kualitatif : Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu.Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.

Ajeng, P., Setyawan, H., & Ari Udiyono. (2015). Faktor-Faktor Internal Ketidakpatuhan Pengobatan Hipertensi di Puskesmas Kedungmungu Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 100.

Amilatul Khoiriyah, A. E. (2015). Pengaruh Buku Harian untuk Meningkatkan Kepatuhan pada Pasien Hipertensi. Studi Kasus Eksperimen pada Pasien Hipertensi. Jurnal Empati, 35-42.

Annisa, A Fitria, 2013, Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Pattingallong Kota Makasar, Ubiversitas Hassanuddin.

Darnindro, N., & Sarwono, J. (2017). Prevalensi Ketidakpatuhan Kunjungan Kontrol pada Pasien Hipertensi yang Berobat di Rumah Sakit Rujukan Primer dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 34-35.

Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga : Riset, Teori Dan Praktek Edisi 5. Jakata : EGC

Notoatmodjo, S. (2009). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :Penerbit Rineka Cipta.

Nurhidayat, S. (2017). Peran Keluarga dalam Memantau Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi pada Masyarakat. J.K. Mesenchephalon, 56.

Nurmainah, Fudholi, A., & Dwiprahasto, I. (2014). Kepatuhan Penggunaan Antihipertensi sebagai Prediktor Laju Kejadian dan Biaya Rawat Inap. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 201.

Puspita, Exa. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penderita Hipertensi dalam Menjalani Pengobatan (Studi Kasus di Puskesmas Gunung Pati Kota Semarang). Skripsi : Universitas Negeri Semarang.

Rasajati, Qorry Putri, Bambang Budi Raharjo, dan Dian Nur Anggraini Ningrum. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health.

Riskesdas. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Riskesdas Nasional.Jakarta: Depkes RI. http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20203.pdf. Diakses tanggal 24 oktober 2014; pukul 10.30

Tedjakusuma, P. (2012). Tatalaksana Hipertensi. Cermin Dunia Kedokteran.

WHO. (2015). World Health Organization. World Health Statistic.Geneva : WHO.

Published
2020-12-30
Section
Articles