Efektivitas Pemberian Alat Permainan Edukatif Origami Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Di TK Frater Bakti Luhur Makassar

Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah

  • Sriwahyuni Sriwahyuni Prodi Ners, STIKES Nani Hasanuddin Makassar
  • Sulasri Sulasri Keperawatan, Prodi DIII Keperawatan, Akper Pelamonia Kesdam XIV/HSN
  • Ita Patabang S1 Keperawatan, STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Keywords: Motorik Origami Permainan, Perkembangan Halus

Abstract

Motorik halus merupakan bagian perkembangan kemampuan dalam melakukan pergerakan pada jari-jari tangan dalam  melakukan berbagai aktivitas. Keterlambatan perkembangan motorik halus akan berdampak pada perkembangan berikutnya. Salah satu cara untuk menghindari keterlambatan pada perkembangan anak dengan cara memberikan stimulasi yang terarah dengan melalui alat permainan edukatif, misalnya kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk  diketahuinya efektivitas pemberian alat permainan edukatif origami terhadap perkembangan motorik halus pada anak di TK Frater Bakti Luhur Makassar. Metode penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimen dengan pendekatan one gro up pre-post test design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh, didapatkan 26 anak. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Wilcoxon (p<0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh efektivitas pemberian alat edukatif terhadap perkembangan motorik halus pada anak (p=0.000) yang berarti lebih kecil dari α < 0.05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara efektivitas pemberian alat edukatif origami terhadap perkembangan motorik halus pada anak di TK Frater Bakti Luhur Makassar.

References

Aprianty, A., Rahayu, M. S., & Khasanah, A. N. (2017).Pengaruh Bermain Slime Terhadap Keterampilan Motorik Halus pada Siswa Tk B Di Tk As - Syiraj Kota Bandung.545–551.

Claudia, S., Widiastuti, A. A., Kurniawan, M., Paud, P. G., Kristen, U., & Wacana, S. (2018). Origami Game for Improving Fine Motor Skills for Children 4-5 Years Old in Gang Buaya Village in Salatiga. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 143–148.

Hasmi.(2010). Hubungan Antara Pola Tidur Dengan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Balita Di Play Group Paramata Bunda Koya Palopo.Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Hidayat, A. A. (2014). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data (edisi pert; Nurchasanah, ed.). jakarta, salemba.

Kristiana, E. (2016). Hubungan Pemberian Alat Permainan Edukatif Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 1-5 Tahun. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 1–8.

Makassar, D. (2012). Profil Kesehatan Makassar.

Ni Kadek Seri Ayu Wiryaningsih, I. N. J., & Antara, P. A. (2016). Aisyiyah Bustanul Athfal Jurusan Teknologi Pendidikan Abstrak e-Journal Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha. Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha, 4(2).

Ningtya, S. N. K., Jaya, M. T. B. S., & Anggrai, G. F. (2018). Kegiatan melipat kertas origami meningkatkan perkembangan motorik halus Anak usia dini. 1–9.

Nunung, N. (2017). Pengaruh Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah. Keperawatan, V(2), 65–73.

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (4th ed.; lestari puji Peni & susika akila, eds.). jakarta, salemba.

Saidah, H., & Saptiyanty, Y. (2019).Perbedaan Efektivitas Pemberian Origami Dan Playdough Terhadap Perkembangan Pada Anak Prasekolah Kelompok A di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal Kota Kediri.8(1).

Sujarwo, & Widi, C. P. (2015). Kemampuan Motorik Kasar Dan Halus Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 11(November), 96–100.

Susila,& Suryanto. (2015). Metodologi Penelitian Cross Sectional (Pertama). Klaten: BOSSSCRPT.

Published
2020-06-18
Section
Articles