Intervensi Fisik Terhadap Penurunan Respon Nyeri Bayi Saat Imunisasi BCG

JIKP

  • Petronella Mamentu Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Muhammadiyah Manado
  • Anita Apriliawati Program Studi Ilmu Keperawatan, STIKES Muhammadiyah Manado
  • Suhendar Suhendar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Keywords: imunisasi BCG, intervensi fisik 5S, respon nyeri, sitting up

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu prosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar diberikan melalui penyuntikan. Beberapa manajemen nyeri non farmakologi seperti intervensi fisik 5S (Swaddling, Side/Stomach Position, Swinging, Sushing, Sucking) dan Sitting Up merupakan pilihan yang baik untuk diberikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas metode 5S dan sitting up terhadap respon nyeri bayi saat imunisasi BCG di Puskesmas Wawonasa Kecamatan Singkil kota Manado. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan  Desain Quasy Eksperiment menggunakan  pendekatan Pre and  Post Test Without Control. Terdapat 27 responden yang diambil secara consecutive sesuai kriteria inklusi. Responden dibagi tiga kelompok intervensi fisik 5S 9 responden, sitting up 9 responden serta gabungan sitting up dan 5S 9 responden. Penilaian nyeri menggunakan Modified Behavioral Pain Scale (MBPS). Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil  perbedaan rata-rata  skor nyeri  kelompok intervensi gabungan  sitting up dan  5S lebih besar 7,23 nilai (p value = 0,000) di bandingkan kelompok intervensi 5S dan intervensis sitting up. Petugas kesehatan dan keluarga dapat menggunakan metode gabungan intervensi sitting up dan  5S sebagai manajemen nyeri non farmakologis untuk mengurangi nyeri setelah penyuntikan dengan pendekatan atraumatic care.

References

Cynthia, D., & Husada, D. (2014). Intervensi fisik sebagai analgesik non farmakologi pasca penyuntikan imunisasi BCG (pp. 1–13). Universitas Airlangga.

Karp, H. (2003). The happiest baby on the block. Bantam Dell.

Kozier, E. (2011). Buku ajar keperawatan klinis. EGC.

Lacey, C.M.,Finkelstein, M., & Thygeson, M. (2008). The impact of positioning on fear during immunization: Supine versus Sitting Up. Journal for specialist in pediatric nursing, 23(3): 195-200.

Noel, M., Palermo, T., Chambers, C., Taddio, A., & Hermann, C. (2015). Remembering the pain of childhood: applying a developmental perspective to the study of pain memories. Pain, 156(1), 31–34. https://doi.org/10.1016/j.pain.0000000000000001

Ozdemir, F. K., & Tüfekci, F. G. (2012). The effect of using musical mobiles on reducing pain in infants during vaccination. Journal of Research in Medical Sciences : The Official Journal of Isfahan University of Medical Sciences, 17(7), 662–667. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23798927

Potter, P., & Perry, A. (2009). Fundamental of nursing (7th Editio). Elsevier.

Purwati, N. H., Rustina, Y., & Sabri, L. (2010). Penurunan Tingkat Nyeri Anak Prasekolah Yang Menjalani Penusukan Intravena Untuk Pemasangan Infus Melalui Terapi Musik. Indonesian Journal of Nursing, 13(1), 49–53. https://doi.org/10.7454/jki.v13i1.231

Putra, I., Widastra, I., & Gandasari, N. (2014). Putra, 2014, Pengaruh Family Triple Support (FTS) Berbasis Atraumatic Care terhadap Respon Nyeri Bayi saat Imunisasi Di Puskesmas I Denpasar Barat (pp. 1–7). Universitas Udayan.

Ranuh, I., Suyitno, H., Hadinegoro, S., & Kartasasmita, C. (2017). Pedoman imunisasi Indonesia (6th Editio). Satgas Imunisasi IDAI.

Sarimin, D. (2012). Efektivitas Paket Dukungan Keluarga (PDK) terhadap respon perilaku nyeri bayi yang dilakukan prosedur imunisasi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Universitas Indonesia.

Setiyorini, E. & Wulandari, N.A. (2014). The effect of swaddling, side-stomach position, shushing, swingging, sucking (5s’s) toward pain and duration of crying neonates post blood sampling. Stikes Patria Husada Blitar.

Zakiyah, A. (2015). Nyeri konsep dan penetalaksanaan dalam praktek keperawatan berbasis bukti. Salemba Medika.

Published
2020-12-30
Section
Articles