Analisis faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi measles rubella pada anak balita

JIKP

  • Ermawati Uki Program Studi Ilmu Keperawatan, Stikes Batara Guru
  • Nyimas Heny Purwati Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Titi Sulastri Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Keywords: dukungan keluarga, imunisasi measles rubella, jarak ke fasilitas kesehatan, pengetahuan, sikap

Abstract

Peningkatan insiden campak dan rubella erat hubungannya dengan beberapa faktor penyebab antara lain faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan jarak tempat pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan imunisasi Measles Rubella (MR) pada anak balita di Puskesmas Birobuli Kota Palu Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 124 responden. Hasil uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemberian imunisasi MR (p value 0,001), ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan pemberian  imunisasi MR (p value 0,001), tidak ada hubungan yang bermakna antara jarak ke fasilitas kesehatan dengan pemberian imunisasi (p value 0,877). Hasil uji regresi logistik ganda didapatkan variabel yang paling berhubungan dengan pemberian imunisasi MR adalah pengetahuan, dengan nilai OR 41 (95% CI : 8,752-196,380) memiliki makna responden yang pengetahuan tidak baik mempunyai resiko tidak mengimunisasi anaknya sebesar 41 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang pengetahuan baik setelah dikontrol sikap dan dukungan keluarga. Probabilitas responden yang mengimunisasi MR anaknya adalah 39%.

References

Astinah, A., Hasbullah, S., & Muzakkir, M. (2013). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan ibu pada pemberian imunisasi dasar di Posyandu Teratai 11 B di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 2(6), 8–15.

Anderson, R. A . (2012). Behavior model for families use of health services, research series. Chicago: University Chicago.

Current Nursing. (2013). The Health Belief Model. Nursing Theories. www.currentnursing.com/nursing_theory/health_belief_model.html

Dybsand, L. L., Hall, K. J., & Carson, P. J. (2019). Immunization attitudes, opinions, and knowledge of healthcare professional students at two Midwestern universities in the United States. BMC Medical Education, 19(1), 242. https://doi.org/10.1186/s12909-019-1678-8

Ikawati, N. A., & Wibowo (2011). Pengaruh Karakteristik Orang Tua Terhadap Status Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi di Kelurahan Banyuanyar Kabupaten Sampang. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya

Kemenkes RI. (2016). Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Kementrian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2017). Profil kesehatan indonesia 2016. Kementrian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2018). INFODATIN: Situasi dan Analisis Imunisasi. Kementrian Kesehatan RI.

Kuntjoro Z. (2002). Dukungan sosial pada lansia.http://www.e-psikologi.co.id Tanggalakses: 23 Juni 2019.

Napitupulu, S., & Ariga, A. (2010). Hubungan dukungan keluarga dengan respon cemas anak usia sekolah terhadap pemasangan intravena di Rumah Sakit Advent Medan. Universitas Sumatera Utara.

Negussie, A., Kassahun, W., Assegid, S., & Hagan, A. K. (2016). Factors associated with incomplete childhood immunization in Arbegona district, southern Ethiopia: a case – control study. BMC Public Health, 16(1), 27. https://doi.org/10.1186/s12889-015-2678-1

Notoatmodjo, S. (2013). Promosi kesehatan global. Rineka Cipta.

Pender, J., Murdaugh, C., & Parsons, M. (2002). Health promotion in nursing practice. Pearson Education, Inc.

Prabandari, M., Musthofa, B., & Kusumawati, A. (2018). Beberapa faktor yang berhubungan dengan penerimaan ibu terhadap imunisasi measles rubella pada anak SD di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 6, Nomor 4, Agustus 2018 (ISSN: 2356-3346). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(4), 573–581.

Prayogo, A., Adelia, A., Cathrine, C., Dewina, A., Pratiwi, B., Ngatio, B., Resta, A., Sekartini, R., & Wawolumaya, C. (2009). Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Anak Usia 1 – 5 Tahun. Sari Pediatri, 11(1), 15–20. https://doi.org/10.14238/sp11.1.2009.15-20

Pusat Bahasa. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Rahmawati, I., & Umbul, C. (2014). (2014). Faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar di Kelurahan Krembangan Utara. Surabaya: Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2(1), 59–70.

Ranuh, I., Suyitno, H., Hadinegoro, S., & Kartasasmita, C. (2017). Pedoman imunisasi Indonesia (6th Editio). Satgas Imunisasi IDAI.

Rizani, A., Hakimi, M., & Ismail, D. (2010). Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi hepatitis B 0-7 hari di Kota Banjarmasin. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(1), 12–20. https://doi.org/10.22146/bkm.3573

Sembiring, E. E., Purba, M. J., & Salbiah. (2010). Hubungan dukungan keluarga dengan lama hari rawat pasien jamkesmas di Rumah Sakit Daerah Provsu Medan.Fakultas Ilmu KeperawatanUSU,Medan.

Triana, V. (2015). Faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(2), 123–135. https://doi.org/10.24893/jkma.v10i2.196

WHO. (2015). Global measles and rubella strategic plan 2015-2020. World Health Organization.

Published
2020-12-30
Section
Articles