Hubungan Harga Diri Dan Stigma Dengan Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia Di Klinik Jiwa RSJD Provinsi Jambi

  • Marta Suri S1 Keperawatan dan Stikes Baiturrahim Jambi
  • Daryanto Daryanto S1 Keperawatan dan Stikes Baiturrahim Jambi
Keywords: Harga diri, Stigma, Kualitas hidup

Abstract

Pasien skizofrenia mengalami kualitas hidup yang buruk, harga diri rendah dan stigma yang tinggi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dan stigma dengan kualitas hidup pasien skizofrenia di klinik jiwa RSJD Provinsi Jambi. Desain Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Kuesioner WHOQOL_Bref (World Health Organization Quality Of Life_Bref) untuk mengukur kualitas hidup, kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur harga diri dan  ISMI-9 (Internalized Stigma Of Mental Illness Inventory) untuk mengukur stigma. Analisa dilakukan menggunakan Uji Chi-Squaer dan Uji Regresy Linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 96 responden sebanyak (62,5%) memiliki kualitas hidup yang kurang baik dan (60,4%) mengalami harga diri rendah serta (52,1%) mengalami stigma tinggi. Hasil analisis didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara harga diri (P-Value 0,349 ≥ α 0,05) dan stigma (P-Value 0,598 ≥ α 0,05) dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Perawat hendaknya lebih memberikan edukasi pendidikan tentang cara meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan  harga diri dan mencegah stigma pada pasien skizofrenia.

References

Agus R, (2011). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika

Arikunto S, (2013). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta 2013

Aspiani Yeni, (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Gerontik. Jakarta: Trans Info Media

Brohan et al, (2010). Self-Stigma, Empowerment and perceived discrimination among people with schizophrenia in14 European countreies: The GAMIAN-Erope Study. Schizophrenia Research.

Djiker & Koomen, (2008). Stigmatization, Tolerance and Repair: An Integrative Psychological Analysis of Responses to Deviance. Book Review John B.Pryor.

Departemen Kesehatan, (2016). Jumlah Kasus Gangguan Jiwa di Indonesia. www.depkes.go.id

Dewi Fajar, (2010). Hubungan Antara Stigma Diri Dengan Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa dr Soeharto Heerdjan Jakarta. http//lib.ui.ac.id/abstrackpdfdetail.jsp

Galuppi et al, (2010). Schizophrenia and Quality of Life: How Important are Symptoms and Functioning?. International Journal of Mental Health Systems.

Gaag, Duivenvoorden, Molder, (2009). Stigma Moderates the Associations of Insight with Depressed Mood, Low Self-esteem, and Low Quality of life in Patients With Schizophrenia Spectrum Disordes. Journal Homepage: www.elseiver.com/locate/schres

Huang & Lin, (2015). The Relationship between self-stigma and quality of life among people with mental illness who participated in a community program. Journal of Nature and Sience.

Hsiung, Kolega, (2010). Mastery and stigma in predicting the subjective Quality of life Patient with Schizophrenia in Taiwan. The Journal Of Nervous and Mental Disease.

Hawari D (2001). Skizofrenia: Pendekatan Holistik Bio-Psiko-Sosial-Spiritual. FKUI: Jakarta

Ilahi, Hendarsih, Sutejo (2015). Gambaran Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia Di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Ghandasia Yogyakarta Tahun 2015. Poltekes Kemenkes Yogyakarta

Kuntarto, W. (2013). Hubungan Antara Insight dengan Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia di Poliklinik RSJ Dr. Soeroyo Magelang. http://scribd.com/doc/142141864/BAB-I-IV.

Kunikata, Mino, Nakajima, (2005). Qualioty of life of Schizophrenia Patients Living in the Community: The Relationships with Personal Characteristics, Objective Indicators and Self-esteem. Psychiatry and Clinical Neurociences (2005), 59, 163-169.

Kadmaerubun, Sutejo, Syafitri, (2016). Hubungan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Skizofrenia di Poli Klinik Jiwa RSJ Grhasia DIY. Jurnal Keperawatan Respati, Vol III.

King M et al,(2007). The Stigma Scale: Development of a Standardises Measure of The Stigma of Mental illness. The British Journal of Psychiatry.

L-west et al, (2011). Prevalence of Internalized Stigma among Persons with Severe Mental Illness. Stigma Research and Action.

Lin, Chang, Wu, Wang, (2016). Dinamic Changes of Self-Stigma, Quality of Life, Somatic Complaints, and Depression among People With Schizophrenia: A Pilot Study Applying Kernel Smooothers. Stigma and Health.

Lysaker, Roe, Yanos, (2006). Toward Understanding The Insight Paradox: Internalized Stigma Moderates The Association Between Insight and Social Functioning, Hope, and Self-esteem Among People with Schizophrenia Spectrum Disorders. Schizophrenia Bulletin vol. 33 no.1 pp. 192-199.

Mosanya et al, (2013). Self-stigma, Quality of life and schizophrenia: An Outpatient clinic survey in Nigeria. International Journal Of Social Psychiatry.

Pratiwi D, (2016). Hubungan dukungan Keluarga Dengan Harga Diri Pada Klien Skizofrenia Rawat Jalan Di RSJ Aminoghondo Hutomo Provinsi Jawa Tengah. Stikes Ngudi Waluyo Ungaran.

Riskesdas (2013). Data Kesehatan Jiwa di Indonesia.

RSJD Provinsi Jambi (2017). Data Jumlah Penderita Skizofrenia. Jambi. RSJD

Rai et al, (2014). Self-concept, Stigma and Quality of life in Chronic Schizophrenia and Chronic Skin Disorders: A Comparative Study. Deldhi Psychiatry Journal.

Studzinska, Wolyniak, Partyka, (2011). The Quality Of L:ife in Patients With Schizophrenia in Community Mental Health Servvice - Selected Factors. Journal of Pre-clinical and Research.

Susilaningsih, Syamsudin, Astriyanto, (2016). Lama dirawat dengan Keadaan Harga diri Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan volume.2, nomor 1

Vidovic, Brecic, Vilibic, Jukic, (2015). Insight And Self-Stigma In Patients With Schizophrenia. Acta Clin Croat, Vol.55 No.1.

WHO, (2004). The World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL-Bref).

Yasien, Alvi & Moghal, (2013). Does Perceived Social Support Predict Quality Of Life In Psychiatri Patiens?. Asian Journal Of Social Science & Humanities Vol 2 No.4, 2013.

Published
2019-12-28
Section
Articles