Suhu dan Kelembaban Kulit pada Kejadian Luka Tekan

  • Fitria Endah Janitra Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung
  • Yan Adi Wibawa Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang
Keywords: Suhu, Kelembaban kulit, Luka tekan

Abstract

Luka tekan adalah suatu lesi iskemik pada kulit dan jaringan di bawahnya yang  disebabkan oleh adanya tekanan yang merusak aliran darah dan limfe. Toleransi kulit terhadap tekanan dipengaruhi oleh microclimate yaitu suhu dan kelembaban kulit yang kontak dengan permukaan suatu benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu dan kelembaban kulit pada kejadian luka tekan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel dengan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 11 pasien tirah baring yang mengalami luka tekan. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden masuk kategori lansia, penyakit penyerta terbanyak yaitu stroke, lokasi luka tekan di sakrum dengan  suhu rata-rata di daerah tertekan 38 oC, kelembaban kulit 29.8% dan semua responden mengalami luka tekan derajat 1.  Luka tekan yang terjadi merupakan luka tekan derajat paling rendah, seluruhnya disertai peningkatan suhu kulit di area yang tertekan. Sarankan tirah baring harus dilakukan secara ketat untuk mengurangi resiko peningkatan suhu dan kelembaban kulit lebih lanjut.

References

Bader, D., Bouten, C., Colin, D., & Oomens, C. (2005). Pressure Ulcer Research Current and Future Perspectives. Verlag Berlin Heidelberg: Springer.

Brunner, L. S., & Smeltzer, S. C. O. (2010). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing. Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins.

Knox, D. M. (1999). Core body temperature, skin temperature, and interface pressure. Relationship to skin integrity in nursing home residents. Advances in Wound Care : The Journal for Prevention and Healing, 12(5), 246–252.

Lachenbruch, C. (2005). Skin cooling surfaces: estimating the importance of limiting skin temperature. Ostomy/Wound Management, 51(2), 70–79.

Novita, I., & Mahmuda, N. (2019). Pencegahan dan tatalaksana dekubitus pada geriatri. Biomedika, 11(1), 11–17. https://doi.org/10.23917/biomedika.v11i1.5966

NPUAP. (2016). National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP) announces a change in terminology from pressure ulcer to pressure injury and updates the stages of pressure injury _ The National Pressure Ulcer Advisory Panel.

Rapp, M., Bergstrom, N., & Padhye, N. (2009). Contribution of Skin Temperature Regularity to the Risk of Developing Pressure Ulcers in Nursing Facility Residents. Advances in Skin & Wound Care, 22, 506–513. https://doi.org/10.1097/01.ASW.0000305496.15768.82

Romanelli, M., Editors, M. C., Gefen, A., & Ciprandi, G. (2018). Science and Practice of Pressure Ulcer Management (2nd ed.). https://doi.org/10.1177/1534734606298668

Sae-Sia, W., Wipke-Tevis, D., & Williams, D. (2005). Elevated sacral skin temperature (Ts): A risk factor for pressure ulcer development in hospitalized neurologically impaired Thai patients. Applied Nursing Research : ANR, 18, 29–35. https://doi.org/10.1016/j.apnr.2004.03.005

Sprigle, S., Linden, M., McKenna, D., Davis, K., & Riordan, B. (2001). Clinical skin temperature measurement to predict incipient pressure ulcers. Advances in Skin & Wound Care, 14(3), 133–137.

Yusuf, S., Okuwa, M., Shigeta, Y., Dai, M., Iuchi, T., & Rahman, S. (2013). Microclimate and development of pressure ulcers and superficial skin changes Microclimate and development of pressure ulcers and superficial skin changes. International Wound Journal, (April 2015). https://doi.org/10.1111/iwj.12048

Zuo, X. L., & Meng, F. J. (2015). A care bundle for pressure ulcer treatment in intensive care units. International Journal of Nursing Sciences, 2(4), 340–347. https://doi.org/10.1016/j.ijnss.2015.10.008

Published
2019-12-29
Section
Articles