Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Implant Terhadap Kejadian Gangguan Fungsi Seksual pada Wanita Pasangan Usia Subur

  • Arini Purnama Sari STIKES Mega Buana Palopo
Keywords: Kontrasepsi Implant, Gangguan fungsi seksual

Abstract

Masalah seksual dapat memberikan dampak negative terhadap kualitas hidup kesehatan emosional bagi seorang wanita. Kejadian gangguan fungsi seksual pada wanita dapat berdampak buruk bagi keharmonisan dan kelangsungan hidup berrumah tangga suami istri dan dapat berujung pada perceraian. Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis pengaruh penggunaan kontrasepsi implant  terhadap kejadian ganguan fungsi seksual. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor implant dan non implant yang terpilih menjadi anggota sampel yang berjumlah 83 orang. Uji analisis dengan menggunakan regresi logistic. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh umur penggunaan Kb terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan nilai p value sebesar 0.013. ada pengaruh metode penggunaan Kb terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan p-value =0.028. Ada pengaruh lama penggunaan KB terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan p-value=0.006. Tidak ada pengaruh paritas terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan   p-value =0.583. Diharapkan Perlunya masyarakat agar datang dan mencari informasi yang sejelas-jelasnya sebelum menggunakan metode Kontrasepsi sehingga dapat mengetahui risiko dan efek samping ketika memutuskan untuk memilih suatu alat kontrasepsi.

References

Arum S, Dyah novita.Sujiyatini. (2009). Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini. Mitra Cendikia. Yogyakarta.

Bahamondes L.(2000). Metabolic effects of Injectible Contraceptives. In :Killick SR editor. Ginecological Forum.

Batlajery Jomima, Hamidah & Mardiana, (2015). Penggunaan Metode Kontrasepsi Suntikan DMPA Berhubungan Dengan Disfungsi Seksual Wanita Pada Akseptor Kb Suntik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan , 2 (1).

Bernhard, LA. (2002). Sexuality and Sexual Health Care For Women, Clinical Obstetry Gynecology issue 45 pages 1089-1098.

Berman JR, (2005). Physikologi of female sexual fungction. Journal Impotence Research, 17.

Buletin Kespro, (2013). Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Semester II. ISSN 2088-270X.

BKKBN, 2014.

Blackwell, (2010). Hormonal Contraceptives Associaated with hingher risk of Famale sexual disfunction, stady finds. Http://www.sciencedaily.com/releases/2010/05/100504074841.html

Caruso, Salvatore et al, (2013). Quality Of Sexual Life Of Woman on Oral Contraceptive Continued-Regimen : Pilot Study. The Journal Of Sexual Medicine, 10 (2), 460-466.

Cleveland Clinic (2012).Live well: Contraception myths. [dikutip 10 Feb 2015], Diaksesmelalui http://my.clevelandclinic.org/healthy_living/birth_control/hic_Contraception_Myths.aspx

Cromer BA et al.(2006). Depot Medroxyprogesterone Acetate and Bone Mineral Density in Adolescent – The Black Box Warning.Journal of Adolescent Health.

Dean, J. (1998). Examination of Patients With Sexual Problems, Clinical review, Bio Medical Central Volume 317.

Edward O et al (1999). SeksualDysfungction In the United States : Prevalence and Productors Journal Of American Medical Association, February 10- Vol 281, no.6

Handayani S. (2011). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Pustaka Rihama. Yogyakarta.

Hassan RS, Eraky EM, Khatwa, A. (2014). Ghonemy GI.Studi the effect of hormonal Contraceptive Method OnFamale Sexual Function. Med J Cairo Univ.

Hicks TL et all. (2004). Postpartum Sexual Functioning and Method of Delivery: Summary of The Evidence. Journal Midwifery Womans Health.

Irianto, Koes. (2014). Pelayanan keluarga berencana dua anak cukup.Bandung :Alfabeta.

Kadri N et all (2002). Women Sexual Dysfunction: a population-based epidemiological study. Arch Women Ment Health.

Kayner CE. (1983). In Association of Reproductive Health Professional Sexual and Contraception. Breast Feeding and Sexual Response. Journal Farm Pract.

Khadijeh Mohammadi, et al. (2013), Determinas Sexual Dysfunction in Women With Multiple Sclerosis. The Journal of BMC Neirology, 13.

Lauman, E. O. et al. (2011). Sexual Dysfunction in the United State; Prevalence and Prederictor, Journal of the American Medical Association. [internet] 281(6):537-44. PubMed PMID: 10022110.

Lemeshow, S. & David W.H.Jr. (1997). Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan (terjemahan), Gadjahmada University Press, Yogyakarta .

Lobo RA. (2001). Bone Metabolism and Progestin-only hormonal contraception. In :Ginecological endocrine. Taylor and Franchise.

Markus W, Cindy M, Raymond R. (2005). The Female Sexual Function Index (FSFI) : Cross Validation and Development of Clinical Cutoff Scores. Journal of Sex & Marital Therapy.

Mariam Vandania, et al (2009). Famale Sexual Dysfunction.BMC Women’s Health. Journal Help-seeking Bahaviors

Mulyani Nina &Rinawati, (2013). Keluarga berencana dan alat kontrasepsi.Yogyakarta :Nuha Medika.

Nugroho, Taufan& Bobby Indra Utama, (2014). Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita. Nuha Medika:Jakarta.

Prawirohardjo. (2009) Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. YBP-SP. Jakarta.

Roberts, S. Craig et al. (2014). Partner Choice, Relationship Satisfaction, and Oral Contraception : The Congruency Hypotesis. Journal of he Association for Psychological Science, 25, 71497-1503.

Rosen, C. Brown, J. Heiman, S. Leiblum, C. Meston, R. Shabsigh, D. Ferguson, R. D'Agostino. (2016). The Female Sexual Function Index (FSFI): A Multidimensional Self-Report Instrument for the Assessment of Female Sexual Function. Journal of Sex & Marital Therapy, 26 (2), 191-208, DOI: 10.1080/009262300278597 di

Symonds, T., Boolell, M., Quirk, F. (2005). Development of a Questionnaire on Sexual Quality of Life in Women. J. Sex Marital Ther, 31(5), 385–397, DOI: 10.1080/00926230591006502.

Sulistiyawati Ari. (2013). Pelayanan Keluarga Berencana. Salemba Medika.Jakarta.

Suratun dkk. (2013). Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi.Trans Info Media. Jakarta.

Supriano Muhammad (2015). Gambaran Indeks Fungsi Seksual Wanita Pada Pengguna Impant Satu Batang Etanogestel 68mg (IMPLANON). Media Medika Muda.Online :http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/medico.

Wilopo SA. Perkembangan Teknologi Kontrasepsi Terkini: Implikasinya Pada Program KB dan Kesehatan Reproduksi di Indonesia. FK UGM Yogyakarta. 2006.

Windhu SC. Disfungsi Seksual. Andi, Yogyakarta. 2009.

Wiknjosastro, Hanifa, (2012). Ilmu Kandungan. PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.

Zettira, Zahra & Nisa, K. (2015). Analisis penggunaan kontrasepsi hormonal dengan Disfungsi Seksual Pada Wanita. Jurnal Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Lampung.

Published
2020-07-28