Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0-36 Bulan

  • Suparta Suparta stikes muhammadiyah sidrap
Keywords: Pendidikan, Pekerjaaan, Pendapatan, Stunting

Abstract

Anak merupakan bagian dari keluarga dan masyarakat, asuhan kesehatan anak berpusat pada keluarga. Anak yang sakit dapat menimbulkan suatu stress bagi anak itu sendiri maupun pada keluarga. Perubahan masalah kesehatan pada anak dapat disebabkan oleh masalah gizi, dimana gizi merupakan salah satu masalah yang masih aktual dan belum dapat diselesaikan sepenuhnya serta menjadi prioritas untuk diperhatikan. Keadaan ini jika berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan stunting. Faktor sosial ekonomi keluarga yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orangtua, karena jika pendidikan tinggi semakin besar peluangnya untuk mendapatkan penghasilan yang cukup sehingga bisa hidup dalam lingkungan yang baik dan sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 0-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi  Kabupaten Sidenreng Rappang. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 responden dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square, diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan ayah dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,937(p>α=0,05), tidak ada hubungan pekerjaan ayah dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,433(p>α=0,05), tidak ada hubungan antara  pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dengan nilai p =  0,355(p>α=0,05 pada anak usia 0-36 bulan di wilayah kerja Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi lembaga kesehatan tentang hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stanting pada anak usia 0-36 bulan.

References

Anindita, P. (2012). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Kecukupan Protein & Zinc dengan Kejadian Stunting (Pendek) pada Balita Usia 6-35 Bulan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2)

Aramico, B., Sudargo, T., & Susilo, J. (2013). Hubungan Status Ekonomi, Pola Asuh, Pola Makan dengan Kejadian Stunting Pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi dan Dietetic Indonesia, 1 (3).

Fikriana, L. T. (2017). Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Karangrejek Wonosari Gunung Kidul. Skripsi FIK UNISA.

Ibrahim, I. A,. & Faramita R. (2014). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan kejadian Stunting anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar Tahun 2014.

Kementrian kesehatan RI. (2016). Situasi Balita Pendek. Pusat Data dan Informasi.

Mutiara, S. V. (2017). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Motorik Anak Prasekolah. CHMK Nursing Scientific Journal, 1 (2).

Ngaisyah, dewi. (2015). Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Kanigoro, Saptosari Gunung Kidul. Jurnal Medika Respati, 10 (4).

Sandjojo, E. P., & Majid. T. (2017). Buku Saku Dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinngi, dan Transmigrsi.

Sastria, A., Hasnah, H., Fadli, F., (2019). Faktor Kejadian Stunting pada Anak dan Balita. Jurnal Ilmiah Keperawatan,14 (2), 100-108. http://journal.stikeshangtuah-sby.ac.id/index.php/JIKSHT/article/view/56

Sudargo, Toto, dkk. (2014). Pola Makan dan Obesitas. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Published
2020-07-27