Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Calincing (Oxalis corniculata L) Terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Auresus

  • Ayu Wijaya Prodi DIII Kebidanan, STIKES Amanah Makassar
Keywords: Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Calincing, E. Coli, Staphylococcus Auresus

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efek antibakteri ekstrak etanol herba calincing terhadap E. coli dan S. aureus yang bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang memiliki daya hambat terbesar dari ekstrak etanol herba calincing terhadap bakteri uji. Pengujian menggunakan metode difusi agar pada medium GNA dengan masa inkubasi 24 jam dan 48 jam pada suhu 37o C. Ekstrak etanol herba calincing pada konsentrasi 1%, 5%, 10% dan 15% b/v bersifat bakteriostatik terhadap E. coli Dan S. aureus. Diameter daerah hambatan terbesar pada  E. coli yaitu 16,65 mm dan S. aureus yaitu 15,15 mm, pada konsentrasi 15% b/v masa inkubasi 24 jam.

References

Arisandi, Y, adriani, Y. (2005). Khasiat Tanaman Obat. Penerbit Pustaka Buku Murah, Jakarta. Hal 65-66.

Bibiana, W. Lay. (1994). Analisa Mikrobiologi di Laboratorium. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hal 77-107.

Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesi, Jilid 4, Jakarta. Hal 1.

Departmen Kesehatan RI., (1986). Sediaan Galenik. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. Hal 10-12.

Direktorat Jendral POM. (1998). Sedian Galenik. Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Hal 8-9.

Djide, M. N, Sartini. (2001). Mikrobiologi Farmasi Dalam Praktek. Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Jurusan Farmasi Fakultas MIPA. UNHAS. Makassar. Hal 4-8.

Dwijoseputro D. (1989). Dasar-dasar Mikrobiologi. Penerbit Djambatan. Malang. Hal 32.

Gupte, S. (1987). Mikrobiologi Dasar. Edisi III. Terjemahan Oleh J.E.Suryawidjaya. Binaputra Aksara. Jakarta. Hal 262-269.

Harbone, J. G. (1987). Metode Fitokimia. Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Edisi II. Institut Teknologi Bandung. Hal 90-112.

Hariyadi, S. (1995). Khasiat Tanaman Obat Keluarga. Penerbit Kalamedia. Jakarta. Hal 4,5.

Hanafiah, K.A. (2002). Rancangan Percobaan. Edisi III. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang. PT Raja Grafindo Pustaka. Jakarta. Hal 111-125.

Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna di Indonesia. Jilid III. Badan Peneiti dan pengembangan Kehutanan. Jakarta. Hal 88- 89.

Jawetz, melnick, Adelberg’s. (2005). Mikrobiologi Fakultas Kedokteran. Universitas Airlangga. Salemba Medica. Jakarta. Hal 358.

Pelezar Michael Jr. (1989). Dasar-dasar Mikrobiologi 2. Penerbit Universitas Indonesia Press. Jakarta. Hal 24-27.

Sastramidjojo,S. (1997). Obat Asli Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. Hal 68,180

Sulaeman, dkk. (2002). Fitokimia Dalam Praktek. Laboratorium Farmakognosi/Fitokimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pancasakti. Makassar. Hal 16.

Tjax, H. T. (1991). Obat-Obat Penting. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. Edisi IV. Jakarta. Hal 271.

Van Steenis, C.G.G.J. (2010). Flora. PradyaParamita Jakarta. Hal 236-237

Wattimena, J. R. (1991). Farmakodinamika dan Terapi Antibiotika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Hal 56-57.

Wijaya Kusuma, H. dkk. (1992). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jilid 2. Pustaka kartini. Jakarta. Hal 91 – 92.

Wijaya Kusuma, H. (2000). Ensiklopedi Milenium. Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 1. Prestasi Insan Indonesia, Jakarta. Hal 121-123.

Published
2020-07-28