Hubungan Self-Efficacy Ibu Menyusui dengan Pemberian Asi Eksklusif

  • Yulia Rachmi Pramanik Puskesmas Tamansari Kota Bandung
  • Sumbara Sumbara Prodi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
  • Raihany Sholihatul Prodi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana
Keywords: ASI Ekslusif, Ibu menyususi, Self-efficacy

Abstract

Efikasi diri ibu menyusui merupakan faktor penting yang berhubungan dengan keeksklusifan menyusui. Kota Bandung tercatat sebagai peringkat cakupan ASI eksklusif terendah ke-5 di Provinsi Jawa Barat yaitu 24,5%.  Dari 73 Puskesmas di Kota Bandung, Puskesmas Tamansari menjadi salah satu Puskesmas dengan cakupan ASI eksklusif rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan self-efficacy ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan sebanyak 77 orang. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan, ibu menyusui, dan aktif ke posyandu. Sampel sebanyak 65 ibu dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner self-efficacy ibu menyusui dan kuesioner pemberian ASI eksklusif. Analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square (Fisher’s Exact Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui mempunyai tingkat self-efficacy yang  rendah (75,4%), hamper seluruh ibu menyusui tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya (78,5%), dan ada hubungan self-efficcay ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Bandung (p value = 0,016).Saran penelitian ini antara lainmeningkatkan self-efficacy ibu menyusui dengan diadakan konseling laktasi, dan membentuk kelas ibu untuk berbagi pengalaman keberhasilan menyusui.

References

Amin, Wirawati, dkk (2014). Pengaruh Faktor Sosial Ibu Terhadap Keberhasilan Menyusui pada Dua Bulan Pertama. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28 ( 2), 146-151.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) (2014). Health, United States, 2014 With Special Feature on Adults Aged 55-64. U.S : CDC.

Hacettepe University Institute of Population Studies (2013). Turkey Demographic and Health Survey. Ankara, Turkey : Hacettepe University Institute of Population Studies, T.R. Ministry of Development and TÜBİTAK.

Keemer, F. (2011). Breastfeeding self-efficacy and alternative techniques to overcome maternal or infant breastfeeding challenges: a retrospective descriptive study, Master of Applied Science. School of Nursing and Midwivery, Queensland University of Technology.

Maryunani, Anik (2015). Inisiasi Menyusui Dini, ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi : Cetakan ke-2. Jakarta : CV Trans Info Media.

Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Ed 3. Jakarta : Salemba Medika.

Riskesdas (2013). Laporan riset kesehatan dasar. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Sastria, A., Hasnah, H., Fadli, F. (2019). Faktor Kejadian Stunting Pada Anak Dan Balita. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 14 (2), 100-108. http://journal.stikeshangtuah-sby.ac.id/index.php/JIKSHT/article/view/56

Spaulding, D.M., Gore,R. (2009). Breastfeeding self-efficacy in women of african descent. JOGNN, Vol. 38, Hal. 230-240.

Published
2020-07-28