HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN PERSEPSI DENGAN INTENSITAS KEBIASAAN MEROKOK PADA SISWA SMK LAMACCA SENGKANG KABUPATEN WAJO

Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra

  • Firsah Hanafi Petugas Kesehatan Puskesmas Belawa Sengkang, Kabupaten Wajo
Keywords: Percaya Diri, Persepsi, Intensitas Kebiasaan Merokok

Abstract

Rokok merupakan hasil olahan tembakau yangterbungkus, sejenis cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan daritanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan sejenisnya. Sedangkan asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia, 43 diantaranya bersifat karsinogen. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Kepercayaan diri dan Persepsi dengan Intensitas Kebiasaan merokok pada siswa SMK Lamacca Sengkang Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yang di gunakan adalah observasional dengan pendekatan “Cross sectional Study” yang mana menjelaskan hubungan antara variable bebas (independen) dengan variable terikat (dependen), di mana peneliti melakukan pengukuran atau pengamatan terhadap respon den dalam waktu yang bersamaan. Hasil penelitian menggunakan uji statistic Kolmogorov Smrinov dengan tingkat kemaknaan nilai α=0.05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan percaya diri dengan intensitas merokok dengan nilai p=0.000, dan ada persepsi penggunaan rokok dengan intensitas merokok dengan nilai p=0.000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah menunjukan bahwa ada ada hubungan percaya diri persepsi dan persepsi dengan Intensitas Kebiasaan merokok pada siswa SMK Lamcca Sengkang. Saran dari hasil penelitian ini dapat memberi masukan bagi Institusi SMK Lamacca Kabupaten Wajo agar kiranya selalu memperhatikan siswa terkait dengan rokok, dimana merokok dapat merusak seseorang melakukan kebiasaan buruk.

References

Admini, W. (2013). Efektivitas Teknik Brainstorming untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Jatisrono. Jurnal Pendidikan, 03-05.
Aditama, YT. (2015). Tuberkolosis, Rokok dan Perempuan. Balai Penerbit, Jakarta.
Afiatin, T.& Martinah, S. M.(2010). Peningkatan Kepercayaan Diri Remaja
Melalui Konseling Kelompok. Jurnal Psikologika, No. 6 / 67-79
Alamsyah, RM. (2015). Pengaruh Kebiasaan Merokok Terhadap Keparahan Penyakit Periodental Remaja SMA di Kota Medan. Tesis Pasca USU Medan.
Arikunto, (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.
BPS. (2013). North Sumatera In Figure 2013. Dinas Informasi Komunikasi & Pengolahan Data Elektronik Kota Medan, Medan.
Darmawati, Suci. (2016). Tingkat Pengetahuan Remaja SLTP Negeri 15 Medan Terhadap Bahaya Radikal Bebas Yang Terkandung Dalam Rokok. Skripsi Kedokteran USU.
Depkes RI. (2011). Buku Pedoman Pembinaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga. Pusat Penyuluhan Kesehatan, Jakarta.
Depkes RI, (2012). Kemampuan Advokasi, Mobilisasi Sosial, dan Komunikasi Risiko Diperlukan Dalam Upaya Penanggulangan Rokok di Indonesia. http://depkes.go.id/index.php/component/content/article/43-newsslider/1861- kemampuan-advokasi-mobilisasi-sosial-dan-komunikasi-risiko-diperlukandalam-upaya-penanggulangan-rokok-di-indonesia.html. Diakses tanggal 7 April 2019
Fatchurahman, M & Pratikto, H. (2012). Kepercayaan Diri, Kematangan Emosi, Pola Asuh Orang Tua Demokratis dan Kenakalan Remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 77-87.
Gautami, Wanda. (2013). Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Susun dengan Prevalensi Penyakit Respirasi Kronis di Jakarta. Jurnal Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Diakses pada 3 April 2019
Ghufron, M. N. & Rini, R. (2010). Teori-teori psikologi. Yogyakarta: Ar¬Ruzz.Media
Hakim, T. (2012). Mengatasi Rasa Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara
Hestiana. 2014. Faktor-Faktor yang Berhubungan Kejadian ISPA Pada Penghuni Rumah Susun Karangroto di Kota Semarang. Diakses pada 3 April 2019, dari http://eprints.undip.ac.id/43289/1/4820.pdf
Husaini, A. (2016). Tobat Merokok. Pustaka Iiman, Jakarta.
Kemenkes RI. 2015. PUSAT DATA DAN INFORMASI, Jakarta Selatan. Diakses pada 18 April 2019, dari http://www.depkes.go.id-pusdatin-infodatin-infodatin-kanker.pdf
Laili, NS. (2007). Hubungan Antara Perilaku Merokok dengan Kepercayaan Diri Siswa di SMAN 5 Malang. Skripsi. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Lestari,F. A. (2009).Usaha Pembina dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Remaja Anak Asuh di Panti Asuhan Yati Putri Aisyiyah Serangan Yogyakarta.Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mangoenprasodjo, S. (2012). Hidup Sehat Tanpa Rokok. Yogyakarta: Pradipta Publishing.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Edisi Revisi 2012. PT Rineka Cipta, Jakarta.
Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.
Rohayati, I. (2011). Program Bimbingan Teman Sebaya Untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa.Jurnal UPI Edu, 368-376
Sari, DR. (2009). Karakteristik Wanita Menopause Pada Wanita Perokok di Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjungbalai. Skripsi Fakultas Keperawatan USU Medan.
Siska, S.& Purnamaningsih, E.H. (2013). Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi. 2: 67-71.
Setiadarma, M.P. (2012). Dasar-dasar Psikologi Olah Raga. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Taylor, R. (2003). Confidance In Just 7 Days (Meraih Kepercayaan Diri Dalam Tujuh Hari). Jogjakarta: Diva Press
Wiliana, V. (2010). Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pelajar SMA Negeri dan Swasta Tentang Rokok Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Kankur Paru di Kota Medan Tahun 2010. Skripsi Fakultas Kedokteran USU Medan.
Wismanto, Y Bagus dan Y Budi Sarwo. (2013). Strategi Penghentian Perilaku Merokok Semarang. Penerbit Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.
WHO. (2016). WHO Report on The Global Tobacco Epidemic
Published
2019-12-25
Section
Articles